Satuan Ukur yang Tidak Handal

Mata uang, seperti yang kita ketahui merupakan alat untuk melakukan transaksi perdagangan. Bila dilihat fungsinya semata sebagai alat tukar, tentu sangat membantu  dalam mempermudah proses pertukaran barang dan jasa, namun yang sering luput dari perhatian adalah kita juga memperlakukan mata uang sebagai satuan ukur.

Sebagai satuan ukur, semua mata uang sama sekali tidak handal. Bukan hanya Bolivar Venezuela, Dollar Amerika Serikat juga masuk dalam kategori yang serupa apalagi Rupiah. Karena mata uang perlu dikalibrasi dengan yang kita sebut sebagai inflasi. Sebagai contoh di UU no 19 tahun 1946 tentang Pengeluaran Uang Republik Indonesia (ORI) pasal 1 saya mengutip.

"... maka sebagai dasar nilai ditentukan sepuluh rupiah uang Republik Indonesia sama dengan emas murni seberat lima Gram."

Artinya saat UU diberlakukan, 1 ORI = 0,5 gram emas murni, dan ORI menjadi satuan ukur sehingga dibuatlah perbandingan dengan satuan lain, dalam hal ini sistem metrik. Tetapi pada kenyataannya saat ini baik nama maupun nilai konversinya sudah jauh berubah sehingga tidak memenuhi fungsinya sama sekali.

Dengan demikian akan lebih baik apabila mata uang tidak digunakan sebagai standar satuan ukur, karena memiliki sifat inkonsisten yang sangat bertolak belakang dengan berbagai ukuran yang telah kita kenal sehari-hari. Satu gram pada sistem metrik tidak berubah semenjak digunakan sebagai standar satuan berat sampai sekarang. 

Karena apabila terdapat kesalahan pengukuran, yang diperbaiki adalah alat ukurnya bukan diubah satuannya.

Rupiah per Troy Ounce Emas 1994 - 2019

Sumber gambar: goldprice.org