Penghasilan, Sang Pendefinisi Kemiskinan

Miskin dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti tidak berharta, berkekurangan atau berpenghasilan sangat rendah. Sehingga kemiskinan menunjukan keadaan dimana seseorang tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Kami menggarisbawahi faktor utama yang mendefinisikan kemiskinan adalah tingkat pendapatan, namun penggunaan indikator yang umum digunakan perekonomian dalam mengukur hal ini didenominasikan dalam tingkat konsumsi perkapita yang menurut hemat kami sedikit melenceng dari definisi semula. Padahal dalam proses kalkulasi tetap menjadikan pendapatan sebagai variabel utama perhitungan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada 15 Juli 2019 mengumumkan beberapa indikator perekonomian Indonesia¹, salah satunya adalah profil kemiskinan periode Maret 2019. Rilis menunjukan data jumlah penduduk miskin adalah sebanyak 25,14 juta jiwa, atau 9,41 persen dari total populasi Indonesia. Persentase ini merupakan yang terendah dalam sejarah, khususnya pasca krisis ekonomi 1998. Namun kami mencatat bahwa standar perhitungan data masih menggunakan garis kemiskinan nasional sebesar Rp 425.250 per kapita per bulan, atau sekitar Rp 14.175 perhari perkapita, angka ini berada sedikit diatas garis kemiskinan ekstrim untuk negara dengan kategori pendapatan perkapita Low dari Bank Dunia sebesar $1,9 per kapita per hari atau $ 57 per kapita per bulan (PPP 2011).

Pengamat ekonomi Anthony Budiawan dalam Indonesia Business Forum pada tanggal 3 Juli 2019 sempat memberikan komentar terkait standar kemiskinan yang digunakan, beliau menilai standar saat ini perlu disesuaikan dengan yang digunakan oleh Bank Dunia yaitu ke tingkat pendapatan Lower Middle Income karena Gross National Income (GNI) Indonesia telah diatas $3.500 per kapita. Berikut adalah penggalan kutipan yang dimaksud².

“…secara internasional, garis kemiskinan nasional itu sudah tidak bisa dipakai. Jadi kalau kita mengatakan standar world bank 3,2 US Dollar dengan kurs purchasing power parity konstan 2011 (PPP 2011). Terlalu kompleks untuk dibicarakan mengenai Purchasing Parity ini tetapi intinya adalah kemiskinan Indonesia berdasarkan 3,2 US Dollar sudah mencapai 27,3 persen atau 71,9 Juta Jiwa penduduk miskin menurut World Bank…”

Untuk memberikan gambaran terkait opini tersebut, kami tampilkan grafik GNI Indonesia, Malaysia, dan Singapura dari tahun 1988 sampai dengan 2018. Disertakannya negara tetangga adalah untuk komparasi data karena masing-masing berada pada zona pendapatan yang berbeda sehingga dapat terlihat perbedaan definisi kemiskinan berdasarkan standar Bank Dunia yang membaginya kedalam empat kategori pendapatan Low, Lower Middle, Upper Middle,  dan High sebagai berikut.

Gross National Income (GNI) dan Ambang Penghasilan 1988 - 2018


Grafik GNI Indonesia³ yang direpresentasikan melalui garis kuning pada tahun 2018 berada pada tingkat Lower Middle Income sesuai dengan apa yang dinyatakan oleh Bapak Anthony Budiawan. GNI Indonesia bahkan hampir menembus ambang penghasilan Upper Middle Income sehingga kedepan garis kemiskinan yang digunakan perlu disesuaikan ke $ 5,5 per hari per kapita atau $ 165 per bulan per kapita (PPP2011). Konsekuensinya, bila ini terjadi maka angka kemiskinan akan berubah drastis dimana sebelumnya penduduk miskin berada di bawah sepuluh persen seperti yang dipublikasikan oleh BPS, meningkat menjadi 58,7 persen dari total penduduk atau sebanyak 154,6 Juta Jiwa, naik sepuluh kali lipat dibanding ambang penghasilan terendah (lihat tabel).

Dengan demikian dari perspektif ini kami simpulkan bahwa konsumsi bukan faktor definitif kemiskinan karena yang hal tersebut dikendalikan oleh pendapatan, semakin tinggi nilainya maka konsumsi akan mengikuti dan bukan sebaliknya. Adapun nomenklatur yang telah dipergunakan sebaiknya dibaca sesuai dengan pendekatan GNI yaitu pendapatan per hari per kapita.

Kemiskinan Indonesia Berdasarkan Ambang Batas Bank Dunia 2018
Ambang Penghasilan
Jumlah
(Juta Jiwa)
Persentase
Low
15,01
5,7 %
Lower Middle
71,9
27,3 %
Upper Middle
154,6
58,7 %

__________________________________________________