Skip to main content

Melihat Potensi Ketidakterjaminan Tanggungan

Desember 2019 Media CNBC Indonesia membahas dua asuransi tertua di tanah air dengan tajuk "Two Big to Fail", sebuah kalimat yang dipinjam dari film berjudul "Too Big to Fail" yang berlatar krisis keuangan tahun 2008. Terdapat poin menarik terkait solvabilitas perusahaan apabila diukur menggunakan rasio hutang terhadap aset (Debt-to-Aset Ratio) dari data yang diperoleh dari pemberitaan sebagai berikut.

Rasio Hutang terhadap Aset Bumiputera dan Jiwasraya

Perusahaan
Tahun Data
Aset
 (Triliun Rp)
Liabilitas 
(Triliun Rp)
D/A Ratio 
(%)
PT. AJB Bumiputera 1912
Desember 2017
10
30
300%
PT. Jiwasraya
Mei 2018
44
40
91%
Sumber : CNBC Indonesia

Apabila nilai rasio berada diatas 100 % (Seratus Persen) dapat diartikan bahwa aset perusahaan tidak cukup untuk melunasi seluruh kewajibannya, jika dibawah seratus persen maka aset perusahaan masih dapat membayar seluruh kewajiban. Terlihat dari tabel, nilai liabilitas PT. AJB Bumiputera 1912 sudah mencapai tiga kali nilai keseluruhan aset, hal ini menunjukan potensi perusahaan gagal membayar dua per tiga kewajibannya sehingga membutuhkan tambahan modal. 

Lain halnya dengan rasio hutang terhadap aset PT. Jiwasraya yang masih terlihat aman karena berada dibawah angka seratus persen, seharusnya tidak ikut muncul sebagai polemik seperti pemberitaan. Namun kami mencatat, data keuangan yang diperoleh merupakan tahun data 2017, lebih lama dari data Bumiputera yang berasal dari posisi keuangan pada Mei tahun lalu. Oleh karena itu butuh data keuangan yang lebih baru untuk memperoleh gambaran terkini terkait kinerja keuangan perusahaan. Akan tetapi per Agustus tahun ini, kedua perusahaan belum menyampaikan laporan keuangan tahun 2018 sehingga memunculkan pertanyaan terkait kondisi keuangannya, karena keterlambatan ini dapat menjadi indikator negatif terhadap kinerja perusahaan.

Z-Score Keuangan PT. Jiwasraya 2016-2017

Metode perhitungan ini dipublikasikan oleh Edward I. Altman pada tahun 1968 yang digunakan untuk mengukur finansial distress atau kinerja keuangan perusahaan. Selain itu analisa Z-score juga dipakai untuk memperkirakan potensi kebangkrutan perusahaan dengan membaginya menjadi 3 kriteria diskriminasi "Safe", "Grey", dan "Distress". Dimana "Safe" menunjukan bahwa perusahaan sehat secara keuangan, "Grey" berarti kinerja keuangan perusahan berada dibatas antara sehat atau tidak, sedangkan "Distress" menunjukan sinyal berbahaya karena secara keuangan perusahaan berpotensi untuk mengajukan pailit. Adapun nilai yang diberikan untuk setiap zona adalah sebagai berikut.

Nilai Diskriminasi
Zona Diskriminasi
2.6 < Z
Safe
1.1 < Z < 2.6
Grey
Z < 1.1
Distress

Berdasarkan data dari laporan keuangan yang tersedia di laman resmi perusahaan, dalam hal ini PT. Jiwasraya, kami merangkum item keuangan tahun 2016 dan 2017 serta mengkalkulasi nilai z-score sebagai berikut.

Input Item
2016
2017
Current Asset
1,637,264
904,516
Total Assets
38,635,059
45,134,649
Current Liabilities
323,875
390,349
Total Liabilities
33,193,626
38,464,660
Retained Earning
2,358,196
3,586,752
Net-Sales
21,126,873
25,679,515
EBIT
1,694,610
2,448,394
Market Value of Equity
38,635,059
45,134,649
Z-score
1.51
1.57
Sumber :PT. Jiwasraya

Hasil perhitungan menunjukan nilai z-score untuk keuangan PT. Jiwasraya tahun 2016 adalah sebesar 1.51 dan meningkat pada tahun berikutnya menjadi 1.57. kedua nilai tersebut berada dalam zona diskriminasi "Grey" berdasarkan kriteria yang diberikan. Dengan demikian perusahaan berpotensi mengalami kebangkrutan apabila pada laporan keuangan 2018 nilai Z-score-nya turun lebih dari 0.47 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya sehingga masuk kedalam zona "Distress".


Popular posts from this blog

Daftar Wakala

Berikut adalah daftar wakala Indonesia per Oktober 2019, informasi diperoleh dari berbagai sumber diantaranya dari laman pasar muamalah  : Provinsi/Kawasan Kabupaten/Kota Nama Wakala Nomor Kontak Aceh Banda Aceh Al-Asyi 082164853563 Sumatera Utara Medan Al-Maidany 081770008270 Baitul Dinar 08126073040 Samudra 085297078886 Kepulauan Riau Tanjung Pinang Ibumas 08127060474 Bukit Johor Mas 081260794797 Lampung Haifa Al-Kahfi 081379345011 Jabodetabek Jakarta Plumpang 085692587323 Bogor Rashanah 0818475374

Resensi Buku "Kertas atau Emas"

Judul Buku : Kertas atau Emas Ditulis oleh : Rengky Yasepta Penerbit : Elmarkazi Tahun Terbit :  September 2019 Jumlah Halaman : 370 Halaman Buku ini menjelaskan secara runut bagaimana alat transaksi yang digunakan saat ini bukanlah uang yang sebenarnya, namun hanya sebatas mata uang . Menjelaskan bagaimana emas yang lazim digunakan sebagai uang di semua peradaban di dunia, digantikan fungsinya oleh berbagai mata uang seperti yang kita kenal saat ini. Bahasa yang digunakan relatif mudah dipahami untuk topik yang terbilang cukup rumit karena banyak membahas sisi historis penggunaan uang dan terdapat istilah-istilah perekonomian, akan tetapi dengan menyajikan kasus Seperti menjelaskan asal mula kata Rupiah adalah perak dalam bahasa sansekerta serta fenomena lain yang dekat dan dialami hampir setiap orang sehari-hari cukup membantu pemahaman terhadap topik. Bagi anda yang ingin mulai mempelajari tentang sejarah uang dan ingin mulai mengenali mengapa logam mulia dika

Why Gold? 7 Alasan Mengapa Anda Harus Melek Emas

Bahasa : Indonesia Halaman : 99 Pengantar dari buku "Kertas atau Emas? Rahasia Tentang Uang Sejati yang Tidak Pernah Diajarkan di Bangku Sekolah Formal"  yang disusun Rengky Yasepta. berikut kutipan kalimat pendahuluan oleh penulis. "E-book ini dibuat untuk menyampaikan berbagai alasan mengapa emas itu begitu istimewa, dan karena itu pula, sudah selayaknya kita semua mengetahui berbagai keistimewaan itu."  Bagi anda yang tertarik untuk membaca, silahkan klik tautan berikut :